Rabu, 21 Maret 2012

karakteristik air laut

KARAKTERISTIK AIR LAUT ( temperatur, salinitas dan densitas )
Ø       
      Sebaran Air dan Daratan

Luas permukaan bumi adalah 510,10 juta kilo meter persegi, yang terbagi atas :
  • Daratan : 185,85 juta kilo meter persegi (29,2 %)
  • Lautan : 361,25 juta kilo meter persegi (70,8 %)
  • Sebaran daratan dan lautan di belahan bumi bagian utara dan bagian selatan tidak Simetris

Ø        Struktur Vertikal Bumi

 Dalam arah vertikal, bumi dibagi atas tiga bagian :
  •  Lithosfir (kerak bumi)
  •  Hidrosfir (lautan)
  • Atmosfir (udara)

Masing-masing bagian terdiri dari lapisan-lapisan, dan terdapat batas pemisah antara bagian yang satu dengan bagian lainnya
·         Batas antara Lithosfir dan Hidrosfir adalah Dasar Laut
·         Batas antara Hidrosfir dan Atmosfir adalah Permukaan Laut

Pada karakteristik air laut terdapat beberapa sifat fisik air laut seperti :

Ø  Temperatur

Perubahan temperatur air laut disebabkan oleh perpindahan panas dari massa yang satu ke massa yang lainnya. Kenaikan temperatur permukaan laut disebabkan oleh :
  • Radiasi dari angkasa dan matahari
  • Konduksi panas dari atmosfir
  • Kondensasi uap air
Penurunan temperatur permukaan laut disebabkan oleh :
  •  Radiasi balik permukaan laut ke atmosfir
  • Konduksi balik panas ke atmosfir
  • Evaporasi (penguapan) 
  • Matahari mempunyai efek yang paling besar terhadap perubahan suhu permukaan Laut
  • Variasi perubahan temperatur dipengaruhi juga oleh posisi geografis wilayah perairan

Ø  Para Ahli Oseanografi membagi pola temperatur dalam arah vertikal menjadi tiga lapisan :

  •  Well-mixed surface layer (10 - 500 m) 
  • Thermocline, lapisan transisi (500 - 1000 m) 
  • Lapisan yang relatif homogen dan dingin (> 1000 m)  
  • Lapisan Thermocline : Lapisan dimana kecepatan perubahan temperatur cepat sekali

Bentuk pola temperatur dalam arah vertikal sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
  • Posisi geografis daerah perairan
  • Waktu, berkaitan dengan musim

Ø      Salinitas

Lautan terdiri dari :
  • Air sebanyak 96,5 %
  • Material terlarut dalam bentuk molekul dan ion sebanyak 3,5 %
  • Material yang terlarut tersebut 89 % terdiri dari garam Chlor, sedangkan sisanya 11   %    terdiri dari unsur-unsur lainnya

Salinitas adalah jumlah total material terlarut (yang dinyatakan dalam gram) yang terkandung dalam 1 kg air laut, Satuan salinitas : 0/00 (per mil)

Faktor utama yang mempengaruhi perubahan salinitas, yaitu :
  • Evaporasi (penguapan) air laut
  • Hujan
  • Mencair/membekunya es
  •  Aliran sungai menuju ke laut

Ø  Para Ahli Oseanografi membagi pola salinitas dalam arah vertikal menjadi empat lapisan :
  • Well-mixed surface zone, dengan ketebalan 50 - 100 m (salinitas seragam)
  • Halocline, zona dimana salinitas berubah dengan cepat sesuai dengan bertambahnya kedalaman 
  • Zona di bawah Halocline sampai ke dasar laut, dengan salinitas yang relatif homogen 
  • Zona Berkala (Occasional Zone), pada kedalaman 600 - 1000 m, dimana terdapat nilai salinitas minimum

Salinitas air laut di seluruh wilayah perairan di dunia berkisar antara 33 - 37 0/00 , dengan nilai median 34,7 0/00 , namun di Laut Merah dapat mencapai 40 0/00

Salinitas air laut tertinggi terjadi di sekitar wilayah ekuator, sedangkan terendah dapat terjadi di daerah kutub, walaupun pada kenyataannya sekitar 75 % air laut mempunyai salinitas antara 34,5 0/00 - 35,0 0/00
Ø   
      Densitas
  •  Densitas air laut merupakan jumlah massa air laut per satu satuan volume 
  • Densitas merupakan fungsi langsung dari kedalaman laut, serta dipengaruhi juga oleh salinitas, temperatur, dan tekanan
  • Pada umumnya nilai densitas (berkisar antara 1,02 - 1,07 gr/cm3) akan bertambah sesuai dengan bertambahnya salinitas dan tekanan serta berkurangnya temperatur


Perubahan densitas dapat disebabkan oleh proses-proses :
  •  Evaporasi di permukaan laut
  • Massa air pada kedalaman < 100 m sangat dipengaruhi oleh angin dan gelombang, sehingga besarnya densitas relatif homogen
·     Di bawah lapisan ini terjadi perubahan temperatur yang cukup besar (Thermocline) dan juga salinitas (Halocline), sehingga menghasilkan pola perubahan densitas yang cukup besar (Pynocline)
·       Di bawah Pynocline hingga ke dasar laut mempunyai densitas yang lebih padat Stabilitas air laut dipengaruhi oleh perbedaan densitasnya, yang disebut dengan Sirkulasi Densitas atau Thermohaline

Dalam kegiatan pemeruman (pengukuran kedalaman dengan alat Echosounder), salinitas dan temperatur yang diperoleh dari pengukuran pada interval kedalaman tertentu sangat berguna untuk menentukan :
  • Cepat rambat gelombang akustik
  • Menentukan pembelokan arah perambatan gelombang akustik (refraksi) 
  •  
    selanjutnya bisa di klik pada link dibawah ini :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar